Selamat datang di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buol

  • 0822 9378 7980
  • bapenda@buolkab.go.id

Dialog Interaktif Bupati Buol dan Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten buol An. dr. Arianto Panambang

Selasa, 13 Oktober 2020

Bertempat di Kantor BAPENDA Kab. Buol Dialog Interaktif Bupati Buol dan Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten buol An. dr. Arianto Panambang bersama RRI Tolitoli.

Dalam Dialog yang bertema "Wujudkan Buol Produktif Ditengah Pandemi Covid 19" dimana Tema tersebut juga menjadi tema utama di HUTDA Kab. Buol ke 21 ialah bentuk Spirit Pemerintah dalam melawan pandemi yang sampai hari ini masih menjadi ancaman diberbagai sektor seperti sektor kesehatan, ekonomi dan juga sosial.

Sejak pemerintah Pusat menetapkan Pandemi Covid 19 merupaka bencana Non alam nasional Pemerintah Kabupaten buol telah melakukan berbagai macam antisipasi hingga melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar Tahap II.

Keberanian pemerintah dalam melaksanaan PSBB hingga Tahap II telah di perhitungkan secara matang disegala aspek, sebab jika dalam perencanaan tata kelola pemerintah pada saat PSBB akan berakibat depopulasi serta Resesi Ekonomi, Namun dengan Skema atau Polarisasi yang efektif Kabupaten buol dapat kemudian keluar dari ancaman depopulasi serta resesi ekonomi tersebut.

Dalam dialog tersebut Bupati Buol menyampaikan penanganan serta pencegahan Wabah Covid 19 dari Zona Merah Hingga Berhasil mengembalikan Kabupaten buol ke Zona Hijau, dan dari semua Pasien Yang dinyatakan Positif dapat ditangani dengan baik hingga sembuh.

Kemudian, Skema Tracking Yang masif oleh Tim Medis serta Gugus tugas juga bekerja dengan efektif sehingga dapat menekan angka penularan secara cepat dan tuntas. Ungkap Bupati Buol

Saat ini Kabupaten buol yang baru saja merayakan HUTDA ke 21 Tahun tetap menjaga Produktivitas agar stabilisasi ekonomi terjaga.

Bupati Buol dr. H. Amiruddin Rauf menjelaskan, Pandemi ini mengakibatkan seluruh Dunia bahkan negara serta beberapa daerah mengalami kelumpuhan ekonomi. Namun bagaimana kemudian kehadiran pemerintah menjaga resesi ini agar betul betul tidak dirasakan oleh rakyat khususnya masyarakat buol, maka kami mengkonsentrasikan tiga program Prioritas yaitu Penanganan dan pencegahan penyebaran Covid 19 (Kesehatan), Jaring Pengaman Sosial (Social Safety net) dan Pemulihan Ekonomi.

Dalam pemulihan ekonomi tersebut bagaimana pola menjaga daya beli masyarakat tetap stabil maka pemerintah kabupaten buol mempunyai dua Instrumen Yaitu instrumen Peningkatan Fiskal dan moneter. Ungkapnya

Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan Fiskal yaitu menambah belanja pemerintah untuk dapat menyerap tenaga kerja lokal, Jika Rakyat bisa bekerja dan menerima Uang maka mereka dapat membeli kebutuhan pokok sehari hari dalam rumah tangganya. Pun juga dalam instrumen kedua memanfaatkan Bank sebagai penyedia dana KUR bisa menambah beberapa program daerah seperti bantuan sosial serta program pertanian sehingga sejak awal dilakukannya PSBB di kabupaten Buol pemerintah Giat melakukan peningkatan produksi pertanian dan tidak membiarkan ada lahan yang menganggur. Sebab dengan kekayaan sumber daya alam yg dimiliki daerah dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan ekonomi, Sejak awal kita sudah membangun pabrik mini pengolahan sagu, Pabrik pengolahan minyak kelapa beserta alat tekhnologinya serta beberapa hal lainnya. Tandas Bupati Buol

Kedepan, pemerintah akan memaksimalisasi program yang saat ini berjalan untuk terus meningkatkan ekonomi dalam daerah agar betul betul terlepas dari ancaman resesi dan terus mengantisipasi penyebaran Covid 19.

Dialog Interaktif Bupati Buol dan Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten buol An. dr. Arianto Panambang