Selamat datang di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buol

  • 0822 9378 7980
  • bapenda@buolkab.go.id

Pajak - BPHTB

Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan


Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah Pajak atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.
Perolehan atas tanah dan/atau bangunan adalah Perbuatan atau peristiwa hokum yang mengakibatkan diperolehnya hak ats tanah dan/atau bangunan oleh orang pribadi dan badan.
Pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dipungut atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.
  1. Objek Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah perolehan ha katas tanah dan/atau bangunan.
  2. Objek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi;
    1. Pemindahan hak karena :
      1. Jual Beli;
      2. Tukar menukar;
      3. Hibah;
      4. Hibah wasiat;
      5. Waris;
      6. Pemasukan dalam perseroan atau badan hokum lain;
      7. Pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan;
      8. Penunjukan pembeli dalam lelang;
      9. Pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap;
      10. Penggabungan usaha;
      11. Peleburan usaha;
      12. Pemekaran usaha; atau
      13. Hadiah.
    2. Pemberian hak baru karena :
      1. Kelanjutan pelepasan hak ; atau
      2. Di luar pelepasan hak

Subjek pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh ha katas tanah dan/atau bangunan.

Wajib pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh ha katas tanah dan/atau bangunan.

Dasar pengenaan pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan adalah nilai perolehan objek pajak.

Tarif pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan ditetapkan sebesar 5 % ( lima persen )

Besaran pokok pajak Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan yang terutang dihitung dengan cara mengalihkan tarif sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (1) setelah dikurangi nilai jual objek pajak tidak kena pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (4) atay ayat (5).

Pajak yang terutang harus dilunasi pada saat terjadinya perolehan ha katas tanah dan bangunan.