Selamat datang di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Buol

  • 0852 4032 6060
  • bapenda@buolkab.go.id

Pajak - Mineral Bukan Logam dan Batuan

Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Pajak Mineral bukan logam dan batuan


Mineral bukan logam dan batuan adalah mineral bukan logam dan batuan sebagaiman dimaksud di dalam peraturan perundang-undangan di bidang mineral dan batubara.
Pajak Mineral bukan logam dan batuan dipungut atas kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan.
  1. Objek pajak Mineral bukan logam dan batuan adalah Kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan.
  2. Bahan mineral bukan logam dan batuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1 ) meliputi :
    1. Asbes;
    2. Batu tulis;
    3. Batu setengah permata;
    4. Batu kapur;
    5. Batu apung;
    6. Batu permata;
    7. Feldspar;
    8. Garam Batu;
    9. Grafit;
    10. Granit / andesit;
    11. Gips;
    12. Kalsit;
    13. Kaolin;
    14. Leusit;
    15. Magnesit;
    16. Mika;
    17. Marmer;
    18. Nitrat;
    19. Opsiden;
    20. Oker;
    21. Pasir dan kerikil;
    22. Pasir kuarsa;
    23. Perlit;
    24. Phospat;
    25. Talk;
    26. Tanah Serap (fuller carth);
    27. Tanah diatome;
    28. Tanah liat;
    29. Tawas (alum);
    30. Tras;
    31. Yasorif;
    32. Zeolit;
    33. Basal;
    34. Trakit; dan
    35. Mineral bukan logam dan batuan lainnya sesuai dengan ketentuan perundang–undangan.

Subjek pajak Mineral bukan logam dan batuan adalah orang pribadi atau Badan yang dapat mengambil mineral bukan logam dan batuan.

Wajib pajak Mineral bukan logam dan batuan adalah orang pribadi atau Badan yang dapat mengambil mineral bukan logam dan batuan.

Dasar pengenaan pajak Mineral bukan logam dan batuan adalah nilai jual hasil pengambilan mineral bukan logam dan batuan.

Tarif pajak Mineral bukan logam dan batuan ditetapkan sebesar 25 % ( dua puluh lima persen )

Besaran pokok pajak yang terutang dihitung dengan cara mengalihkan tarif sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 dengan dasar pengenaan pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 5.

Masa Pajak Mineral bukan logam dan batuan adalah jangka waktu yang lamanya 3 ( tiga ) bulan kalender.

Pajak yang terutang harus dilunasi pada saat kegiatan pengambilan mineral bukan logam dan batuan dilakukan.